Saturday, December 10, 2016
faktor faktor penyebab kerusakan hardisk komputer
Faktor-faktor penyebab Kerusakan Hardisk Komputer yang patut Anda waspadai untuk menjaga hardisk tetap awet dan tahan lama. Mau tahu?
Hardisk merupakan bagian vital dari komputer atau laptop. Bagian yang mempunyai fungsi utama untuk menyimpan data-data komputer. Hardisk ibarat gudang penyimpanan di pabrik. Tanpa gudang penyimpanan ini tentu pasokan bahan baku maupun bahan jadi tidak memiliki ruang sehingga pabrik tidak akan bisa beroperasi tanpanya.
Melihat fungsi vital ini tentu kita harus merawatnya dengan baik agar hardisk lebih awet dan tahan lama sehingga hardisk tidak mudah rusak. Untuk itulah harus kita ketahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan kerusakan pada hardisk.
Faktor-faktor penyebab Kerusakan Hardisk Komputer yaitu:
1. Faktor usia hardiskUsia hardisk yang telah lama merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan kerusakan hardisk. Hal ini sudah dapat dimaklumi. Namun, dengan perawatan yang tepat hardisk Anda akan lebih awet bahkan bisa kita wariskan kelak kepada anak dan cucu hehe
2. Over Heat
Panas yang berlebihan dapat memicu kerusakan hardisk. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa hampir semua peralatan listrik mengalami efek samping terjadinya panas sebagai akibat dari perubahan energi listrik. Untuk mencegahnya kita dapat menggunakan pendingin tambahan pada hardisk. Harganya di pasaran pun relatif murah, kurang lebih hanya 15 ribu rupiah.
3. Jatuh atau terbentur
Terkadang tiba-tiba saja laptop kita jatuh atau hardisk yang kita bawa terbentur benda-benda keras lain saat melakukan pemindahan hardisk. Untuk menghindari hal ini Anda dapat membawa laptop menggunakan tas yang aman, atau saat memindahkan hardisk sebisa mungkin menghindari guncangan.
4. Shutdown tidak sesuai prosedur
Mematikan komputer dengan langsung mencabutnya dari steker dapat berakibat fatal untuk kondisi hardisk. Jadi pastikan Anda mematikan komputer dengan prosedur shutdown yang tepat.
5. Aktifitas Hardisk Berlebihan
Terlalu sering bermain game, memutar musik dan video berlama-lama dapat mengganggu kesehatan hardisk. Setidaknya Anda harus bijak dalam menggunakan komputer atau laptop.
6. Sering listrik padam dan listrik turun naik tidak stabil
Seringnya listrik padam yang mengakibatkan komputer mati mendadak dapat menyebabkan kerusakan hardisk. Jadi jika di daerah Anda listrik tidak normal silakan gunakan penngaman tegangan seperti UPS dan stavolt.
7. Membawa laptop dalam kondisi menyala
Saat latop dalam kondisi standby atau hibernate disarankan untuk tidak membwa laptop kemana-mana karena beresiko terkena guncangan berlebihan.
8. Terlalu Sering atau Tidak Sama Sekali Melakukan Defrag
Tujuan defrag adalah untuk melakukan perawatan hardisk, namun jika berlebihan melakukannya dapat menyebabkan bad sector pada hardisk. Di sarankan melakukannya 2-3 bulan sekali saja.
9. Harddisk Tidak di Rawat
File-file sampah seharusnya dibuang. File yang tidak tersusun rapi menyebabkan file saling menimpa dan head hardisk membaca dengan acak sebab susunan file tidak rapi. Hal ini dapat menyebabkan bad sector.
10. Sering melakukan instal dan uninstal program
Terlalu sering melakukan penginstalan program maupun uninstal program pada komputer dapat menyebabkan hardisk mudah mengalamai bad sector. Begitu juga terlalu over melakukan instal ulang.

sumber : http://tips-komputer.com/faktor-faktor-penyebab-kerusakan-hardisk-komputer.html
Available link for download
Saturday, October 22, 2016
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESTABILAN LERENG
Didalam operasi penambangan, masalah kemantapan lereng akan ditemukan pada Penggalian Tambang Terbuka (open pit ataupun open cut), bendungan untuk cadangan air kerja, di tempat tempat penimbunan bahan buangan (tailing disposal) dan di penimbunan bijih (stockyard).
Apabila lereng yang terbentuk sebagai akibat dari proses penambangan (pit slope) maupun yang merupakan sarana penunjang operasi penambangan (bendungan, jalan, dll) itu tidak stabil maka kegiatan produksi akan terganggu.
Oleh karena itu suatu analisis kemantapan lereng merupakan suatu bagian yang penting untuk mencegah terjadinya gangguan terhadap kelancaran produksi maupun terjadinya bencana yang fatal.
Dilihat dari jenis material, ada 2 macam lereng, yaitu :
Lereng batuan
Lereng Tanah
Dalam analisis dan penentuan jenis tindakan pengamanannya, lereng batuan tidak dapat disamakan dengan lereng tanah, karena parameter material dan jenis penyebab longsor di kedua lereng tersebut sangat jauh berbeda.
Masalah kemantapan lereng pada umumnya tergantung pada faktor penyebab sebagai berikut :
1. Lokasi, arah, frekuensi, kekuatan dan karakteristik dari bidang bidang lemah
2. Keadaan tegangan alamiah dalam massa batuan / tanah
3. Konsentrasi lokal dari tegangan
4. Karakteristik mekanik dari massa batuan / tanah
5. Iklim terutama jumlah hujan untuk di daerah tropis
6. Geometri Lereng
Tiga pendekatan utama dari analisis kemantapan lereng adalah :
1. Pendekatan mekanika batuan
2. Pendekatan mekanika tanah
3. Pendekatan yang memakai kombinasi keduanya
Dalam menentukan kestabilan / kemantapan lereng, dikenal istilah Faktor Keamanan (Safety Factor), yang merupakan perbandingan antara gaya gaya yang menahan, terhadap gaya gaya yang menggerakkan tanah tersebut.
Bila Faktor Keamanan lebih tinggi dari satu, umumnya lereng tersebut dianggap stabil.
Kemantapan suatu lereng dinyatakan dengan FAKTOR KEAMANAN (safety factor), yang merupakan perbandingan antara besarnya gaya penahan dengan gaya penggerak longsoran.
Apabila harga FK untuk suatu lereng > 1,0 (gaya penahan > gaya pengerak), maka lereng tersebut dikategorikan mantap. Tetapi apabila harga FK < 1,0 (gaya penahan < gaya penggerak), maka lereng tersebut berada dalam kondisi tidak mantap dan mungkin akan terjadi longsoran pada lereng yang bersangkutan.
Gaya-gaya yang bekerja pada lereng secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu gaya-gaya yang cenderung untuk menyebabkan material pada lereng untuk bergerak ke bawah dan gaya-gaya yang menahan material pada lereng sehingga tidak terjadi pergerakan atau longsoran.
Berdasarkan hal tersebut, Terzaghi (1950) membagi penyebab-penyebab terjadinya longsoran menjadi dua kelompok yaitu:
Penyebab-penyebab eksternal yang menyebabkan naiknya gaya geser yang bekerja sepanjang bidang runtuh, antara lain yaitu:
Perubahan geometri lereng
Penggalian pada kaki lereng
Pembebanan pada puncak atau permukaan lereng bagian atas.
Gaya vibrasi yang ditimbulkan oleh gempa bumi atau ledakan.
Penurunan muka air tanah secara mendadak
Penyebab-penyebab internal yang menyebabkan turunnya kekuatan geser material, antara lain yaitu:
Pelapukan
Keruntuhan progressive
Hilangnya sementasi material,
Berubahnya struktur material
Akan tetapi menurut Varnes (1978) terdapat sejumlah penyebab internal maupun eksternal yang dapat menyebabkan naiknya gaya geser sepanjang bidang runtuh maupun menyebabkan turunnya kekuatan geser material, bahkan kedua hal tersebut juga dapat dipengaruhi secara serentak. Terdapatnya sejumlah tipe longsoran menunjukkan beragamnya kondisi yang dapat menyebabkan lereng menjadi tidak stabil dan proses-proses yang memicu terjadinya longsoran, yang secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi empat yaitu kondisi material (tanah/batuan), proses geomorphologi, perubahan sifat fisik dari lingkungan dan proses yang ditimbulkan oleh aktivitas manusia.
stabilitas lereng pada lereng batuan selalu dipengaruhi oleh beberapa faktor (Made Astawa Rai,1995) sebagai berikut :
a. Penyebaran batuan
Macam batuan atau tanah yang terdapat di daerah penyelidikan harus diketahui, demikian juga penyebaran serta hubungan antar batuan. Ini perlu dilakukan karena sifat-sifat fisis dan mekanis suatu batuan berbeda dengan batuan lain sehingga kekuatan menahan bebannya juga berbeda
b. Relief Permukaan Bumi
Faktor ini mempengaruhi laju erosi dan pengendapan serta menentukan arah aliran air permukaan dan air tanah. Hal ini disebabkan karena untuk daerah yang curam, kecepatan aliran air permukaan tinggi dan mengakibatkan pengikisan lebih intensif dibandingkan pada daerah yang landai, karena erosi yang intensif banyak dijumpai singkapan batuan menyebabkan pelapukan yang lebih cepat. Batuan yang lapuk mempunyai kekuatan yang rendah sehingga kemantapan lereng menjadi berkurang.
c. Geometri lereng
Geometri lereng mencakup tinggi lereng dan sudut kemiringan lereng. Kemiringan dan tinggi suatu lereng sangat mempengaruhi kemantapannya. Semakin besar kemiringan dan tinggi suatu lereng maka kemantapannya semakin kecil. Muka air tanah yang dangkal menjadikan lereng sebagian besar basah dan batuannya memiliki kandungan air yang tinggi, sehingga menyebabkan kekuatan batuan menjadi rendah dan lereng lebih mudah longsor.
d. Struktur batuan
Struktur batuan yang sangat mempengaruhi kemantapan lereng adalah bidang-bidang sesar, perlapisan dan rekahan. Oleh karena itu perlu diperhatikan dalam analisa adalah struktur regional dan lokal. Struktur batuan tersebut merupakan bidang-bidang lemah dan sekaligus sebagai tempat merembesnya air sehingga batuan menjadi lebih mudah longsor.
e. Iklim
Iklim mempengaruhi temperatur dan jumlah hujan, sehingga berpengaruh pula pada proses pelapukan. Daerah tropis yang panas, lembab dengan curah hujan tinggi akan menyebabkan proses pelapukan batuan jauh lebih cepat daripada daerah sub-tropis. Karena itu ketebalan tanah didaerah tropis lebih tebal dan kekuatannya lebih rendah dari batuan segarnya.
f. Tingkat Pelapukan
Tingkat pelapukan mempengaruhi sifat-sifat asli dari batuan, misalnya angka kohesi, besarnya sudut geser dalam, bobot isi, dll. Semakin tinggi tingkat pelapukan maka kekuatan batuan akan menurun.
g. Hasil Kerja Manusia
Selain faktor alamiah, manusia juga memberikan andil yang tidak kecil. Misalnya suatu lereng yang awalnya mantap karena manusia menebangi pohon pelindung, pengolahan tanah yang tidak baik, saluran air yang tidak baik, penggalian / tambang, dan lainnya menyebabkan lereng tersebut menjadi tidak mantap, sehingga erosi dan longsoran mudah terjadi.
h. Sifat fisik dan mekanik batuan
Sifat fisik batuan yang mempengaruhi kemantapan lereng adalah : bobot isi (density), porositas dan kandungan air. Kuat tekan, kuat tarik, kuat geser, kohesi dan sudut geser dalam merupakan sifat mekanik batuan yang juga mempengaruhi lereng.
Bobot isi (unit weight)
Bobot isi batuan akan mempengaruhi besarnya beban pada permukaan bidang longsor. Sehingga semakin besar bobot isi batuan, maka gaya penggerak yang menyebabkan lereng longsor akan semakin besar. Dengan demikian kemantapan lereng tersebut semakin berkurang.
Porositas
Batuan yang mempunyai porositas besar akan menyerap air. Dengan demikian bobot isinya menjadi lebih besar sehingga akan memperkecil kemantapan lereng.
Kandungan air
Semakin besar kandungan air dalam batuan, maka tekanan air pori menjadi besar juga. Dengan demikian kuat geser batuannya akan menjadi kecil. Sehingga kemantapannya akan berkurang.
Kuat tekan, kuat tarik dan kuat geser
Kekuaatan batuan biasanya dinyatakan dengan kuat tekan(confined & unfined compressive strength), kuat tarik (tensile strength) dan kuat geser (shear strength). Batuan yang mempunyai kekuatan besar akan lebih mantap.
Kohesi dan sudut geser dalam
Semakin besar kohesi dan sudut geser dalam, maka kekuatan geser batuan akan semakin besar juga.
Pengaruh gaya
Biasanya gaya-gaya dari luar yang dapat mempengaruhi kemantapan lereng antara lain : getaran alat-alat berat yang bekerja pada atau sekitar lereng, peledakan, gempa bumi dll. Semua gaya-gaya tersebut akan memperbesar tegangan geser sehingga dapat mengakibatkan kelongsoran pada lereng.
>>DARI BERBAGAI SUMBER
Available link for download